Selasa, 31 Desember 2019

Penulis : Budi (Angk. 7)

Organisasi kemahasiswaan Technology Computer Study Club (TCSC) yang sudah berumur 10 tahun terletak di daerah Lembang Majene telah melaksanakan kegiatan duduk bersama bagi seluruh anggota keluarga TCSC untuk merefleksi dan juga sebagai pertemuan untuk mempererat tali persaudaraan sesama anggota TCSC sebagai budaya semenjak didirikannya organisasi ini dengan semangat kekeluargaan (palluluareang).

Kegiatan mulai dibuka pada pukul 20.58 wita di Sekretariat TCSC pada 31 Desember 2019 (malam pelepasan akhir tahun) yang dihadiri beberapa pendiri (angkatan pertama) dan pembina TCSC bapak Arham,  S. Kom untuk memberikan penjelasan tentang sejarah perjalanan TCSC dan dinamika yang telah terjadi di dalam semboyang TCSC. Tema dalam kegiatan ini "melalui Tahun Baru dengan menumbuhkan Cinta dan Loyalitas dalam diri setiap Kader menuju TCSC yang lebi baik.  Dalam penyampaian Ketua panitia (Yusuf) "mari tumbuhkan rasa cinta dan loyalitas terhadap organisasi karena organisasi ini memiliki banyak beragam karakter dan skill masing-masing untuk bisa kita satukan dalam mengembangkan TCSC".
Dokumentasi pembukaan kegiatan 
refleksi akhir tahun (selasa, 31/12/2019)

Pak Arham,S.Kom (selaku Pembina) menyampaikan "meskipun jarang berkunjung ke Sekretariat, tetapi saya terus memantau setiap progres TCSC dan mensupport berbagai kegiatan yang dilakukan".  Beliau berharap untuk terus menggali ilmu-ilmu kepada senior-senior yang ada di TCSC serta dapat memgembangkan potensinya masing-masing.

Kemudian,  penyampaian Heffi Adrian (perwakilan penasehat TCSC) mengatakan bahwa "kita harusnya mempunyai semangat yang luar biasa untuk menggapai gebrakan nantinya,  kami tidak pernah lepas dalam rantai untuk tetap berkomunikasi dan mengembangkan lembaga ini.  Kami berharap bahwa kita dapat membangun cabang-cabang di berbagai daerah seperti Polewali,  Mamasa,  Pasangkayu dan Jogja. Apalagi kita sudah memiliki kader-kader TCSC di daerah tersebut. Tetapi,  satu kunci yg harus dipegang adalah bahwa kita harus konsisten dan loyal terhadap lembaga ini". Selanjutnya, Ketua TCSC (Muh.  Aslan) juga menyampaikan "bahwa tema yg diusung panitia memberikan makna bahwa kader harus sadar mengenai keloyalitasan dan kecintaan terhadap organisasi".
Dokumentasi duduk bersama kader TCSC 
(Rabu,  1 januari 2020 pukul 1.30 Wita) 

Dalam momentum duduk bersama (Mekkoro Siola-ola) ada banyak hal yang dievaluasi, mulai dari lembaga sampai pada individu kader, pengurus dan seluruh anggota. Hal ini dilakukan semata-mata agar TCSC tetap dapat berdiri kokoh dan lebih berkembang lagi dari yang sebelum-sebelumnya.  Kemudian TCSC di tahun 2020  harus bisa mandiri dalam mengambil keputusan dan lebih percaya diri membawa TCSC untuk menerobos tantangan era baru. Beberapa saran dan kritik yang telah dilontarkankan serta mengevaluasi program-program dan berharap dapat direalisasikan di tahun 2020 nantinya.

Akhirnya di penghujung acara kegiatan di tutup tepat pukul 1.54 Wita pada tanggal 1 januari 2020 dan doa bersama serta ucapan rasa syukur kepada Tuhan.


Sabtu, 30 November 2019

Penulis : Budi

Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad Saw.  yang diadakan oleh organisasi Technologi Computer Study Club (TCSC)  Majene pada tanggal 29 november 2019 pukul 20.00 Wita.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk peringatan kelahiran Nabi besar Muhammad Saw untuk dapat menanamkan rasa cinta kepadanya serta sebagai bentuk silaturrahmi kembali seluruh kader TCSC mulai dari angkatan pertama hingga akhir. 
Adapun tema yang diangkat adalah " Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah, Insaniyah dan Wathaniyah, melalui tradisi Islam dalam wadah TCSC ".
Foto saat mendengarkan ceramah islamiah

Pada kesempatan ini bapak Arham,  S. Kom selaku pembina TCSC hadir dan merasakan kebanggaannya atas kinerja TCSC untuk terus mentranformasi berbagi kegiatan termasuk perayaan maulid yang dapat menjadi agenda tahunan TCSC itu sendiri. 
Kemudian, Ustadz Alfit Sair.LC juga turut hadir sekaligus memberikan ceramah islamiah dengan tema " epistemologi kenabian ". Beliau banyak menjelaskan pengetahuan tentang keislaman dan juga sifat Nabi yang merupakan manifestasi dari sifat-sifat Tuhan di bumi. Ini merupakan suatu kesyukuran dan kebanggaan dapat menghadirkan narasumber tersebut, dimana agenda beliau sangatlah padat.

dokumentasi kegiatan perayaan maulid Nabi Muhammad Saw.

TCSC yang backgroundnya tekcnologi tidak lepas diri untuk tetap melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial dan keagamaan,  karena hal seperti inilah rasa persaudaraan dan kekeluargaan tetap harmonis dan dapat mempererat tali persaudaraan satu sama lain.  Sebagaimana TCSC dikenal sebagai lembaga dimana persaudaraan yang sangat kuat. 

Jumat, 11 Oktober 2019

 Penulis : Budi

Prekrutan Anggota Baru oleh Lembaga Technology Computer Study Club (TCSC) Majene yang diadakan di Pandewulawang, Polewali Mandar, Jumat malam (11/10/2019).

Adapun tema yang diusung oleh panitia "membangun sinergitas karakter kader dalam merespon era industri 4.0". Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk memberikan pengenalan dan gambaran tentang TCSC, bahwa lembaga ini bertujuan untuk dapat mengenal dan belajar terkait dengan perkembangan teknologi dan informasi yang begitu cepat,  maka dengan hal inilah ketua panitia "mengaharapkan agar semua peserta dapat mengikuti pengkaderan sampai selesai". Ucap ketua Panitia. (Muh. Ta'yum)
Foto Pada Saat Pembukaan (11/10/19)

Kemudian beberapa sambutan termasuk Ketua Umum TCSC Muh.  Aslan mengatakan bahwa "Organisasi TCSC adalah wadah berproses untuk dapat mengenali pekembangan teknologi dan dapat bersaing di Era revolusi 4.0, kemudian beliau juga menyampaikan bahwa dalam berorganisasi sangatlah banyak ilmu pengetahuan yang didapatkan". Ucap Muh.  Aslan

Terkahir sambutan dari perwakilan Penasehat Organisasi Muh. Yahya "Lembaga TCSC membuka ruang sebesar-sebesarnya bagi  seluruh mahasiswa yg ingin berproses tanpa memandang suku,  agama dan ras. TCSC harus mempunyai landasan yang jelas tentang ideologinya yakni Technology.  Ketika masuk di TCSC berarti harus mengabdikan diri untuk dapat belajar tentang komputer dan mempunyai loyalitas tinggi dan memperbaiki niat yang baik sebelum masuk di organisasi tersebut". Diakhir sambutan kegiatan akhirnya dibuka langsung oleh Muh. Yahya.
Foto Peserta Pengkaderan TCSC Majene
Angkatan Ke-X,  Pandewulawang (11/10/19)

Kegiatan tersebut akan diadakan selama tiga hari dengan jumlah peserta 13 orang dan diharapkan semuanya dapat selesai sesuai dengan makanisne kepanitiaan. 

Senin, 30 September 2019

TCSC akan merilis wacana Wadah Perempuan Bergerak



Penulis : Wawan Gunawan
Editor : Budi

Petisi perempuan TCSC sudah di layangkan ke pegurus TCSC melalui rapat dengar pendapat (terbuka) rapat ini diadakan di Aula TCSC sendiri (30/9/2019). Dimana rapat dini hari tadi dihadiri oleh beberapa perwakilan perempuan TCSC atau yg lebih di kenal TCSC women penyampaikan usulan pembentukan wadah keperempuanan tersebut, melalui Nurwahyuni selaku ketua sementara TCSC women menyapaikan visi dan misi untuk meyakinkan kepada pengurus untuk di bukakan jalan demi lanjutkan rencana pembentukan.
Dokumentasi Rapat di Aula TCSC 30/09/2019

TCSC women tersebut, setelah menyampaikan muatan usulannya, ada beberapa yang hadir dalam rapat tersebut Imam Safi'i menyampaikan agar lebih diperjelas tujuan pembentukan wadah tersebut dan kira-kira apa manfaatnya, kemudian dilanjutkan penyampaian Wawan Gunawan " saya lihat ini rapat dengar pendapat ini adalah langkah awal artinya pemberitahuan kepada pengurus terkait rencana dari TCSC Women tersebut, jadi seharusnya untuk lebih meyakinkan pengurus apatah lagi ini lembaga organisasi yg seharusnya juga melalui prosedur/ mekanisme dalam berorganisasi artinya harus kuat administrasinya berupa proposal yang mesti dimasukan ke pengurus.Melalui proposal tersebut tentu akan di presentasikan di rapat selanjutnya dan tentu juga akan lebih memperjelas latar belakang, tujuan, manfaat dan lain sebagainya. (ucap nya).

Demikian pula dari pengurus yang di hadiri sekretaris TCSC Riswan " ini kita akan sampaikan kepada ketua dan untuk bisa kita pertimbangkan dan terimah atau tidaknya tentu di perjelas lagi yang mungkin melalui proposal karena kita harus juga kuatkan di administrasinya dan akan menjadi bukti otentik yg nantinya akan menjadi sejarah TCSC sendiri.